Rinduku padamu
Risalah Hati
Hidupku tanpa cintamu
bagai malam tanpa bintang
cintaku tanpa sambutmu
bagai panas tanpa hujan
jiwaku berbisik lirih
kuharus milikimu
aku bisa membuatmu
jatuh cinta kepdaku
meski kau tak cinta kepadaku
beri sedikit waktu
biar cinta datang
karena telah terbiasa
Menikmati hari santai dengan mendengar lagu dewa yang judulnya Risalah Hati, jari menari-nari diatas keyboard laptop dan kamu menari-nari di dalam pikiranku. Aku merindukanmu, andai kamu tau tapi aku tidak mau kamu tau. Ini menyedihkan memang.
Ketika aku mulai tebiasa dengan keberadaanmu ketika kita bertemu di lapangan, dan segala sapaanmu melalui bbm. Tiba-tiba, ada bbm masuk dari orang yang paling aku percaya dan salah satu yang berpengaruh bagiku.
"Ngapain lu di sana? Jangan malu-maluin diri lu dengan ngejar-ngejar dia yang belum tentu punya rasa sama lu. Dan omongan orang tentang ini ngeri," kata dia melalui bbm.
"toh dia terlihat menghindar dari lu kan?" tambah dia lagi
mungkin, kalau itu bukan di tempat ramai aku akan nangis terisak-isak dan untungnya aku masih waras saat itu. Pedihnya lagi ketika bbm itu masuk kamu muncul dan aku hanya bisa memaksakan senyuman yang terasa pahit.
kemudian dia menyuruh aku pergi dari tempat itu, dan aku memang tidak bisa konsen lagi mengikuti acara itu. Aku memilih pergi dan tetap pamitan sama kamu.
"Lu pergi sekarang, daripada keliatan banget dia ada disitu dan lu keliatan ngejar dia dan dia akan bangga dihadapan orang lain" lanjut dia di bbm.
Seribu orang yang ngomongin aku tidak akan membuat aku goyah dan bimbang, tapi sayangnya dia adalah dia yang aku percaya. Untuk hal-hal seperti ini pendapatnya selalu benar dan ga ada dusta.
Kamu tau alasan lain kenapa aku percaya dengan dia? karena sikap kamu memang menunjukan hal yang dia bilang. Dengan alasan sibuk kamu memang terlihat menghindar, ini yang membuat perasaan aku tambah sesak dan air mata mengalir. Agak menye memang, hehehe.
Bbm terakhir kamu ga aku balas karena aku mau nenangin pikiran, walau setelah itu kamu tidak pernah lagi melakukan kebiasaan ketika pagi. Iya, ucapan selamat pagi dan kata semangatmu sudah tidak ada.
aku kehilangan kebiasaan itu, aku merindukn kamu. dan kamu seakan biasa saja, Itu lebih menyakitkan. Seaakan semua ini disengaja untuk menyakiti.
Tidak rindukah kamu?atau memang aku tidak semelekat itu??
.png)
0 comments: