Mencari 'rumah'

Melihat kembali postingan-postingan path yang sangat menye, dan sepertinya ingin menuangkan kembali di blog ini. Kata-kata yang akan di repost dan sedikit edit yang berhungan dengan 'rumah' sesuai dengan tagline di blog ini, tentunya postingan di path itu tetap gue yang tulis.

Ketika hujan turun
beberapa orang menuju rumahnya masing-masing
bagaimana dengan aku?

Aku berlari menuju beranda rumah terdekat
menunggu hujan reda kemudian melanjutkan kembali perjalan
perjalanan mencari rumahku sendiri
tempat untuk berteduh
tempat menikmati hujan bersama orang terkasih

apakah itu hatimu?atau hatinya?

Teruntuk lelaki di masa depan, celotehku ketika Hujan Turun

Jayapura, 5 Oktober 2014











Perubahan Blog dan Beli Domain

Cukup lama tidak mengunjungi blog ini dan memposting kata-kata yang tersimpan dimemori otak  dan tidak bisa diucupkan oleh mulut tetapi bisa dituangkan melalui tulisan digital ini. Ini postingan pertama gue di Bulan Februari sekaligus postingan pertama di Tahun 2015.

Beberapa hari yang lalu gue memutuskan membeli domain dan mensetting thema blog supaya lebih sederhana dari sebelumnya, dan sangat puas dengan hasilnya, tapi entah pembaca akan merasa puas atau tidak dengan thema baru ini. 

Sebelumnya nama blog gue www.threeartha.blogspot.com setelah membeli domain seharga Rp 95,000 kena pajak menjadi Rp 105,000 nama blog gue menjadi www.threeartha.com. Tentunya seperti biasa biasa bila ada perubahan dalam setting blog tidak murni saya yang melakukan, biasanya yang membantu ada tangan senior terkasih saya bernama Andry Yosua, dan kali ini saya meminta bantuan teman terkasih bernama Gilbert F Mooy aka Agil aka Masibeth. Terimakasih untuk kalian yang selalu membantu hehehe.

Mulai sekarang gue ga hanya menceritakan kisah hidup gue atau nulis kata-kata menye yang akhirnya cuma bikin galau gue. Berhubung gue berada di Tanah Papua yang tanahnya sangat diberkati ini, gue memutuskan kedepannya akan mencoba membuat pengalaman gue di Papua, hal-hal yang spesial yang ada di sini dan tempat-tempat indah yang gue kunjungi.

Tag line blog gue "mencari 'rumah' untuk pulang", sengaja ngegunain kata-kata itu karena saat ini gue ngerasa seakan tidak memiliki tempat untuk pulang baik secara konotasi maupun denotasi. Bingung karena tidak memiliki tempat lagi di Tangerang dan sepenuhnya belum berada di Papua, bingung karena tidak memiliki hati untuk disinggahi.


Mulai bingung mau nulis apa lagi, mari kita sudahi lembaran postingan ini. Semoga pembaca gue semakin banyak.


Kotaraja, 16 Februari 2015.

Rinduku padamu

Risalah Hati

Hidupku tanpa cintamu 
bagai malam tanpa bintang
cintaku tanpa sambutmu
bagai panas tanpa hujan
jiwaku berbisik lirih
kuharus milikimu

aku bisa membuatmu 
jatuh cinta kepdaku
meski kau tak cinta kepadaku
beri sedikit waktu 
biar cinta datang 
karena telah terbiasa


Menikmati hari santai dengan mendengar lagu dewa yang judulnya Risalah Hati, jari menari-nari diatas keyboard laptop dan kamu menari-nari di dalam pikiranku. Aku merindukanmu, andai kamu tau tapi aku tidak mau kamu tau. Ini menyedihkan memang.

Ketika aku mulai tebiasa dengan keberadaanmu ketika kita bertemu di lapangan, dan segala sapaanmu melalui bbm. Tiba-tiba, ada bbm masuk dari orang yang paling aku percaya dan salah satu yang berpengaruh bagiku.

"Ngapain lu di sana? Jangan malu-maluin diri lu dengan ngejar-ngejar dia yang belum tentu punya rasa sama lu. Dan omongan orang tentang ini ngeri," kata dia melalui bbm.

"toh dia terlihat menghindar dari lu kan?" tambah dia lagi

mungkin, kalau itu bukan di tempat ramai aku akan nangis terisak-isak dan untungnya aku masih waras saat itu. Pedihnya lagi ketika bbm itu masuk kamu muncul dan aku hanya bisa memaksakan senyuman yang terasa pahit.

kemudian dia menyuruh aku pergi dari tempat itu, dan aku memang tidak bisa konsen lagi mengikuti acara itu. Aku memilih pergi dan tetap pamitan sama kamu.

"Lu pergi sekarang, daripada keliatan banget dia ada disitu dan lu keliatan ngejar dia dan dia akan bangga dihadapan orang lain" lanjut dia di bbm.

Seribu orang yang ngomongin aku tidak akan membuat aku goyah dan bimbang, tapi sayangnya dia adalah dia yang aku percaya. Untuk hal-hal seperti ini pendapatnya selalu benar dan ga ada dusta. 

Kamu tau alasan lain kenapa aku percaya dengan dia? karena sikap kamu memang menunjukan hal yang dia bilang. Dengan alasan sibuk kamu memang terlihat menghindar, ini yang membuat perasaan aku tambah sesak dan air mata mengalir. Agak menye memang, hehehe.

Bbm terakhir kamu ga aku balas karena aku mau nenangin pikiran, walau setelah itu kamu tidak pernah lagi melakukan kebiasaan ketika pagi. Iya, ucapan selamat pagi dan kata semangatmu sudah tidak ada.

aku kehilangan kebiasaan itu, aku merindukn kamu. dan kamu seakan biasa saja, Itu lebih menyakitkan. Seaakan semua ini disengaja untuk menyakiti.

Tidak rindukah kamu?atau memang aku tidak semelekat itu??


Bahagia Itu Sederhana


Bahagia itu sederhana,
cukup dengan melihat kamu

Bahagia itu,
ketika bisa bertemu kamu tanpa disengaja

Bahagia itu sederhana,
walau hanya bisa melihatmu punggumu dari belakang

Bahagia itu sederhana,
ketika kita bertemu dan kamu memainkan benda-benda disekitarmu
entah malu atau bosan

Bahagia itu sederhana,
cukup dengan sapaanmu via bbm dikala kamu sangat sibuk

iya kebahagiaanku sesederhana itu
semua hal yang menyangkut kamu.

Jayapura, 3 Oktober 2014

Semua bermula dari seorang teman yang iseng kasih pin bbm aku yang kamu kira itu pin bb orang tersebut. Aku lupa tanggal pertama kali kamu invite bbm aku, walau biasanya aku tipe yang mengingat tanggal. Maaf kali ini aku tidak seakurat itu, lain kali aku tidak akan melupakan semua hal tentang kamu. Kecuali, bila kelak ada seseorang lain yang akhirnya memiliki tempat yang paling tinggi, hahaha.

Saat ini, aku lagi mengingat tanggal berapa pertama kali kita ketemu dan aku juga gagal mengingatnya. Tapi, aku masih ingat baju yang aku pakai dan tempat pertama kita bertemu . Saat itu, aku memakai baju batik warna hijau dan aku lupa baju apa yang kamu pakai, aku berharap dapat mengingatnya.

Pertama kali kita bertemu itu di sebuah coffee shop Poenam Kotaraja, dan aku kembali gagal mengingat pukul berapa kita bertemu, yang pasti itu dimalam hari. kesibukanmu yang membuat pertemuan kita harus malam, tapi itu lebih baik daripada sekarang kamu sama sekali tidak memiliki waktu lagi. Mungkin, kamu menghindar.

Entah kamu sadar atau tidak, aku terus memperhatikan setiap gerakanmu. Ketika kamu meminkan tisu yang ada dihadapanmu sambil berbicara denganku. Entah kenapa kamu tidak menatapku saat itu. Apakah kamu malu?

Seingatku, saat itu kamu memesan kopi hangat dan aku memesan ice lemon tea seperti pesananku dihari-hari lain ketika berada disitu.

Pertemuan kedua kita di Mega Futsal, tempat makan yang biasa aku kunjungi. Kali ini kita tidak berdua, aku sengaja meminta seorang teman yang kita sebut saja AL untuk mengajak kamu makan malam, ketika itu aku menolak ajakan kamu untuk nonton di XXI . Ya, aku tidak pernah mau diajak siapapun untuk pergi ke sana berdua bila yang mengajak laki-laki. Jalan tengahnya untuk memenangkan harga diriku, aku mengajak AL untuk mengajak kamu.

Pertemuan ketiga kita kalau tidak salah ingat itu Rabu, 2 September 2014. Kamu ngajak aku makan mie di tempat biasa kamu makan, dan ternyata habis. Akhirnya aku memesan makanan lain, yang sebenarnya aku sudah tidak nafsu untuk makan. Aku hanya ingin ketemu lebih tepatnya. Kita menghabiskan waktu berbincang di sana. Hingga sipenjual menutup lapaknya.

Besambung.....


Membuat Kenangan Yang Baru

kamu tau apa yang harus dilakukan seseorang untuk bisa melupakan kenangan yang terlalu melekat??
ada yang bilang membuat kenangan yang baru bersama orang lain...
mungkin itu yang harus aku lakukan..

aku ingin berjalan dengan orang lain
melakukan banyak hal tanpa harus mengingat kamu, tapi dia.

seribu kali aku mengatakan rindu tidak akan ada artinya
kamu sudah melangkah pergi walau tidak pernah  melepaskan tanganku
dan aku pun memutuskan untuk melangkah pergi juga
ke arah yang berbeda denganmu
ke arah dimana ada seseorang yang tepat menungguku

ya, aku ingin dia menjadi yang terakhir dan menjadi lelaki yang tepat
dan aku pikir dia memang lelaki yang tepat untukku...


Untukmu Yang ada di Barat (Surat Cinta Kemal)

Jayapura - Papua , 14 Februari 2014

Hujan turun sedari pagi, seakan menambah kegalauan dalam diri. Ketiadan kamu di sini menambah rindu ku padamu yang tak memiliki ujung. Jarak memisahkan kita, ya kamu ada di Barat dan aku di Timur, hanya cinta yang dapat mempertemukan kita.

Sedang apa kamu di sana? dengan siapa kamu merayakan hari kasih sayang ini???Aaaaarrrgghhh aku mulai menebak-nebak, aku mulai mencurigaimu, entah apa dasar hubungan kita kini bila aku mencurigaimu terus-menerus. Kemudian terbersit di dalam ingatan, akan janjiku padamu, aku berjanji akan mencintaimu senantiasa walau jarak yang terbentang di antara kita, aku berjanji kepadamu akan selalu setia walau akan ada pria bak pangeran yang menawarkan seribu hal lebih baik darimu, aku ingat janji itu hingga kini. Namun, yang aku takuti bukan diriku, aku takut dengan dirimu. 

Aku takut bila cintamu mulai memudar dan kamu memaksakan diri untuk mencintaiku hanya karena rasa kasihan, atau ketika cintamu memudar dan kamu bermain dibelakangku, aku takut bila memicu rasa sepimu dan menghadirkan orang lain dalam hidupmu. Aku tidak sanggup memikirkannya.

Aku menantikanmu layaknya tanah kering yang telah lama menatikan hujan, pelukmu candu bagiku. Tidak ada kata lagi yang bisa menggambarkan apa yang aku rasakan.

Kekuatiranku mungkin terus menghantui namun rasa cintaku kepadamu melebihi rasa kuatirku.

 Aku mencintaimu, Aku merindukanmu, aku menantikan hadirmu.

Selamat Hari Kasih Sayang, semoga rasa sayang kita tidak selesai hanya di hari ini. 

Untukmu yang selalu menjadi Hujan bagiku, teruslah menyejukan.


Jangan Mendekat Lagi

Amarahmu masih terasa
dan aku ingin pergi karenanya
bila aku pergi
Jangan mendekat lagi

Aku membenci sikapmu
yang tidak pernah berubah
aku membenci diriku
yang tidak tau apa yang kau pikirkan

Saat ini kau tertawa
di lain waktu kau marah
entah apa yang kau pikirkan dan inginkan

aku di sampingmu namun tak dianggap
aku pergi kaupun mencari
aku lelah ya aku selalu berkata lelah

Untukmu lelaki di masa lalu
jangan pernah mendekat lagi
ya jangan  mendekat
karena menghalagi dia yang akan datang.

Kotaraja, 13 Februari 2014

by : three artha